Sebenarnya kita sudah sering menggunakan kata itu. Hanya saja terkadang terasa sulit untuk mendefinisikannya secara jelas. Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita selalu memilih hal yang bermutu. Dalam membeli produk kita selalu mencari yang paling tidak sudah mempunyai nama. Dapat kita terka bahwa yang disebut mutu adalah sesuatu yang membedakan antara yang baik dan buruk. Sedangkan dalam dunia pendidikan dapat kita katakan sesuatu yang membedakan antara kesuksesan dan kegagalan.
Gerakan mutu memang bukan hal baru. Jepang adalah yang pertama menerapkannya. Setelah perang dunia kedua mulailah dimunculkan gagasan perbaikan dan penjaminan mutu. Eropa dan Amerika mulai melirik dan mempertanyakan kehebatan Jepang merebut pasar dunia. Meskipun sebenarnya yang pertama memprakrasainya adalah orang Amerika seperti W. Edwards Deming pada tahun 1930-an dan 1940-an, akan tetapi otak jenius ini terlebih dahulu dimanfaatkan oleh Jepang sejak 1950. Jepang melalui orang seperti Deming mengembangkan apa yang disebut Total Quality Control (TQC). Dan penguasaan pasar merupakan hasil dari perhatian mereka terhadap mutu. Penulis nasional Jepang tentang mutu Kauro Ishikawa, telah mendeskripsikan pendekatan Jepang pada TQC sebagai “suatu revolusi pemikiran dalam manajemen”. (Ishikawa, 1985, p.1).
Dalam dunia pendidikan gerakan mutu masih tergolong hal baru. Meskipun sudah lama munculnya akan tetapi mutu mula-mula pemanfaatannya digunakan di pabrik diteruskan oleh industri-industri jasa kemudian diikuti oleh bank dan keuangan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Robert Kaplan dari Harvard Business School. Sedikit yang ditemukan input TQM pada program MBA dan bisnis di 20 universitas Amerika terkemuka. Ini menunjukkan masih kecilnya kesadaran akan pentingnya mutu dalam peningkatan ekonomi. Sehingga ada yang berpendapat bahwa ada pemahaman yang masih dangkal tentang pentingnya mutu terpadu bagi kesejahteraan ekonomi.(Kaplan, 1992).
Beberapa pemikiran baru akhirnya mucul. Hubungan antara bisnis dan pendidikan mengalami titik terang setelah merebaknya penempatan guru dalam industri dan pertumbuhan perserikatan bisnis pendidikan. Konsep-konsep dalam industri yang telah terlebih dahulu mengadopsi gerakan mutu tertular juga ke dalam sektor pendidikan.
Pendidikan mengadopsi gerakan mutu
Diposting oleh afandy di 08.50
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar