Kala mentari menyapaku
Burung pun menyanyi dengan indahnya
Dedaunan melambai-lambai kearahku
Semilir angin seolah menghanyutkanku
Dalam dekapan anganku
Hasrat selalu berharap
Hati selalu melihat
Benar,, aku melihat itu jelas di depanku
Sinar itu, suara itu, gerakan itu, tiupan itu sama
Aku tiba di ruang akrab
Tanpa segan dia menemaniku
Tapi dia hilang dalam sekejap
Bagai kilat
Tak berjejak
Aku panggil tiada henti
Aku ingin dia kembali
Apakah dia tuli?
Atau tanpa pendengaran?
Entahlah…
Detik demi detik aku pelajari
Menit demi menit aku perhatikan
Setiap jam aku teliti
Hari, pekan, bulan dan tahun selalu aku amati
Aku mulai paham
Mereka yang membuat waktu sejenak mundur
Burung pun menyanyi dengan indahnya
Dedaunan melambai-lambai kearahku
Semilir angin seolah menghanyutkanku
Dalam dekapan anganku
Hasrat selalu berharap
Hati selalu melihat
Benar,, aku melihat itu jelas di depanku
Sinar itu, suara itu, gerakan itu, tiupan itu sama
Aku tiba di ruang akrab
Tanpa segan dia menemaniku
Tapi dia hilang dalam sekejap
Bagai kilat
Tak berjejak
Aku panggil tiada henti
Aku ingin dia kembali
Apakah dia tuli?
Atau tanpa pendengaran?
Entahlah…
Detik demi detik aku pelajari
Menit demi menit aku perhatikan
Setiap jam aku teliti
Hari, pekan, bulan dan tahun selalu aku amati
Aku mulai paham
Mereka yang membuat waktu sejenak mundur


0 komentar:
Posting Komentar